Cahaya Hati [Zultanias Barakabungin]

Zulatanias Barakabungin

  • PERBANYAK BERZIKIR


  • Enrekang Taggala’ Masehi

    November 2011
    S S R K J S M
        Jan »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Dapatkan 24 juta/minggu.

    Nuur Indramaulana Ungu

    Peluang usaha nyata, murah, mudah dan hasilnya MEWAH.

  • ARSIP

  • KATEGORI

  • Nuur Indramaulana Ungu

  • Ini Benaran Bisnis Online

    By Zultanias Barakabungin: Bagaimana ANDA Bisa Mendapatkan Puluhan Juta Rupiah Dengan Cepat & Mudah!
  • Lihat Poto Profil Disini

Apakah Ghibah dan Mencela Orang Dapat Membatalkan Puasa?

Posted by Nuur Indramaulana Ungu pada 20 November 2011


Apakah Ghibah dan Mencela Orang Dapat Membatalkan Puasa?

347Share

 

Pertanyaan :

 

Apakah perbuatan ghibah (menggunjing) seseorang dapat membatalkan puasa Ramadhan?

 

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz -rahimahullah- menjawab:

 

Ghibah tidak membatalkan puasa. Ghibah adalah menyebut seseorang dengan apa yang tidak disukainya, ghibah adalah maksiat. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

 

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضاً

 

“Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain” (QS. Al Hujurat: 12 )

 

Begitupula dengan namimah (mengadu-domba), mencela, dan berdusta, semuanya tidaklah membatalkan puasa dan ibadah yang lainnya. Namun semua itu menodai puasa dan mengurangi pahala, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam,

 

من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل، فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشراب

 

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta, melakukan kedustaan serta berbuat usil, maka Allah Ta’ala tidak butuh ia meninggalkan makannya dan minumnya” (HR. Bukhari)

 

dan sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam,

 

الصيام جنة، فإذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث ولا يصخب فإن سابه أحد أو قاتله فليقل إني صائم

 

“Puasa itu perisai, jika sesorang diantara kalian berpuasa, janganlah berkata keji dan janganlah berkelahi, dan jika seseorang mencelanya atau memusuhinya maka katkanlah aku sedang berpuasa.” (Muttafaqun ‘alaihi)

dan hadits-hadits yang semakna jumlahnya banyak.

 

Sumber: http://binbaz.org.sa/mat/550

 

Diterjemahkan oleh Ummu Sufyan Ferarita Dewi A.

Murojaah: Abu Rumaysho Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslimah.or.id

347Share

 

Artikel Terkait:

 

Marah, Tidak Membatalkan Puasa

Kegembiraan Orang yang Berpuasa

Peringatkanlah Orang yang (Terlupa) Makan Ketika Berpuasa

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam Mengajarimu Arti Ghibah Sesungguhnya

Yuk Nak, Kita Puasa!

Pernak Pernik Seputar Puasa

 

4 komentar • Kirim ke teman • 9,087

Artikel sebelumnya: Menyikat Gigi Tanpa Pasta Gigi Saat Berpuasa

Artikel selanjutnya: Doa Berbuka Puasa yang Shahih

 

Kirim Komentar

 

Mohon memberikan komentar yang sesuai dengan topik artikel. Komentar Anda akan kami review dahulu sebelum ditampilkan.

 

Name (wajib)

 

Email (wajib)

 

Website (optional)

 

Komentar:

 

Notify me of follow up comments via e-mail

4 Komentar

 

ukhti fe • Aug 23, 2010, 2:52

 

subhanallah.perkataan lidah harus kita jaga baik puasa walaupun tdk…amin qolbun wanafsun…hati mencerminkan hawa nafsu kita…amin.

ferry a moslem • Aug 23, 2010, 3:31

 

artikelnya bagus shbt….singat jelas dan padat….

Arif • Aug 24, 2010, 14:55

 

begitulah, kalo sudah terbiasa puasapun tak dihiraukan, ngomongin orang terus, kadang sampe risih dengerinnya.

yusuf • Apr 16, 2011, 19:17

 

uraikan juga pendapat2 ulama’ dari berbagai madzhab

 Posted :

SULTANI PLN ENREKANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: